Wednesday, December 14, 2016

5 Brand Tas Ransel Yang Sering Dipakai Para Mahasiswa Yang Kece

Mahasiswa-mahasiswi kece pasti tau banget bahwa tas yang mereka kenakan merupakan salah satu benda yang sering dijadiin pusat perhatian dari mahasiswa/mahasiswi lainnya. Nah ini ni 5 brand tas-tas kece untuk mahasiswa/mahasiswi beserta harganya.

1. Jansport ( Rp. 299.000 - Rp. 1.399.000 )

Siapa, sih, yang nggak kenal merk ransel paling hits bejagat raya ini ? Kamu pasti knal, dong. Soalnya Jansport sudah memproduksi ransel berkualitas sejak tahun 1967, lho!
Salah satu keunggulan Jansport adalah desainnya yang minimalis sehingga nggak kemakan zaman. Mau dipakai kuliah, pergi konser, atau bahkan hiking, ransel keluaran Jansport bakalan tetap kelihatan keren.
Meskipun Jansport identik dengan desain minimalis, sekarang ini mereka juga mengeluarkan koleksi ransel bermotif. Motifnya unik, youthful, dan tersedia dalam banyak pilihan untuk selera dan kesempatan yang berbeda-beda. Trus, Jansport menawarkan garansi seumur hidup (tentunya untuk produk orisinil, ya!) di negara-negara tertentu. Kurang kece apa, coba?

2. Herschel ( Rp. 479.000 - Rp. 1.699.000 ) 

Kalau kamu adalah seorang everyday traveler yang setiap hari keluar rumah dengan segudang barang, ransel keluaran Herschel yang praktis tapi multifungsi cocok banget, nih, buat kamu.
Dari segi desain, Herschel terinspirasi dari rancangan kompartemen dan fitur tas para pelancong yang fungsional dan praktis. Ransel Herschel punya ciri khas “printilan” yang terstandardisasi, seperti misalnya key clips dan kantong-kantong kecil untuk menyimpan barang-barang keperluan sehari-hari. Cocok buat kamu yang pelupa, nih!

3. Fjallraven Kanken ( Rp. 1.099.000 - Rp. 1.399.000 )

Brand asal Swedia ini terkenal dengan ranselnya yang unyu dan nyaman dipakai, meskipun diisi oleh banyak muatan sekalipun. Otomatis, tas ini pas banget buat kamu yang bawaan sehari-harinya seabrek. Material eksternalnya pun dibuat dari bahan tahan air, sehingga kamu nggak perlu khawatir buku kamu kebasahan, kalau pulang kampus keguyur hujan.
Meski model ranselnya cuma satu jenis, ransel Fjallraven Kanken orisinil tersedia dalam berbagai warna gmz yang collectible. Pokoknya kalau kamu cuma bisa milih satu warna aja, bakalan galau, deh.
Selain sangat nyaman dan durable, ransel ini juga serba guna lho, gaes. Contohnya, kamu bisa mengubah ransel Fjallraven Kanken menjadi handbag lucu untuk dibawa hangout bareng teman-teman. Jadi, mau disandang di punggung, dicangklong di dada menghadap depan a la penumpang bus yang takut kecopetan, atau dijadiin handbag, tetap cucok deh!
Nggak heran ketika Laila, Managing Editor Youthmanual, cerita bahwa pas dia berkunjung ke Copenhagen, Denmark, SEMUA orang pakai ransel ini. Literally everyone. Ternyata betul, ya, gosip bahwa semua orang Skandinavia memang memakai ransel kebanggaan mereka ini.

4. Hellolulu ( Rp. 899.000 - Rp. 1.799.000 )

Buat kamu yang bosen sama desain ransel yang gitu-gitu aja, coba, deh, cek ransel-ranselnya Hellolulu yang seru. Nggak hanya berdesain seru, ransel Hellolulu juga praktis dan terbuat dari bahan kanvas yang cukup durable.
Fungsi dan kompartemen ransel-ransel Hellolulu dibuat seefisien mungkin dan memungkinkan kamu untuk mengatur barang bawaan kamu dengan mudah. Bahkan ada ransel Hellolulu yang murni berfungsi sebagai ransel, dan ada yang bisa dijadikan travel bag, lho!

5. Taylor Fine Goods ( Rp. 245.000 - Rp. 590.000 )

Kalau ngecek situs Taylor Fine Goods, jangan salah kaprah ya, gaes. Meskipun konten situsnya ala-ala Jepang, merek ini 100% asli dari Indonesia, kok.
Taylor Fine Goods punya konsep yang memadukan gaya urban, simpel, vintage dan grafis Jepang. Nggak heran kalau banyak orang mengira mereka adalah merk Jepang.
Meskipun produk lokal, desain dan ketahanan ransel Taylor Fine Goods nggak kalah dengan produk impor. Semua traveling utilities-nya—termasuk ranselnya, dong—memiliki desain yang kekinian dan cukup tahan lama, namun dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan merk-merk luar negeri.

Sekian artikelnya mas/ mbak bro, yuk di check lagi artikel Mibebi.


No comments:

Post a Comment